Kegiatan


Cegah Radikalisme, Guru-Guru Punya Peran Penting

BALIKPAPAN- FKPT (Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Kaltim) bersama BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) mengadakan seminar diskusi bersama pada Rabu (17/7) di Hotel Grand Tjokro Balikpapan.
 
Peserta dari guru-guru pendidikan Agama Islam di Balikpapan dan lintas agama. Mulai dari PAUD sampai dengan SMP sebanyak 105 peserta.Terkait dengan pembahasan integrasi nilai- nilai agama dan budaya di sekolah dalam menumbuhkan harmoni kebangsaan.
 
Penyampai materi diberikan oleh dua narasumber yaitu dari Wakil  Ketua MUI Kaltim Drs H. Sayid Alwy AS bersama Dr H Andi Intan Dulung Mhi Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat.
 
“Meredam radikalisme salah satunya melalui kearifan lokal, budaya Indonesia itu banyak dari berbagai suku dan agama karena itu harus menumbuhkan rasa saling menghargai menanamkan sifat saling tolong menolong dan bertoleransi di masyarakat,” kata MUI Kaltim Drs H Sayid.
 
Hal-hal ini yang wajib kita lakukan sebagai bangsa Indonesia. Mulai dari lingkungan sekolah murid yang ada di sekolah. Untuk bisa belajar budaya dan menghargai perbedaan. “Mempelajari ilmu agama yang benar sesuai keyakinan masing-masing. Kalau beragama islam harus sesuai dengan syariat islam,” ujar MUI Kaltim Drs H. Sayid. 
 
Tidak jauh berbeda keterangan dari Dr HJ. Andi Intan Dulung Mhi Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat. “Kedepannya guru-guru ini menjadi teladan bagi muridnya bagaimana menguatkan wawasan kebangsaan dan wawasan keagamaan,  itu hal yang sangat mendasar bagi guru kepada muridnya,” tutur Dr Andi
 
Dr Andi menambahkan, "sehingga paham radikalisme itu tidak tumbuh di generasi anak-anak bangsa,” terangnya.
 
“Untuk kurikulum pelajaran sudah bagus dan sebagai guru pendidikan agama Islam saya memberikan ilmu sesuai dengan ajaran syariat islam, mengajarkan bertoleransi dan mengajarkan cinta dan kasih sayang sebagai umat yang beragama,” pungkas Ahmad Jaki Guru Pendidikan Agama Islam di SD Negeri 020